<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120</id><updated>2011-08-10T08:32:57.610+07:00</updated><title type='text'>thousands-feet-above-sea-level</title><subtitle type='html'>I am afraid of flying. Never been comfortable with it. And it's unavoidable :). But lately I found out, that same moment when I feel uncomfortable, is the moment when I can also free  my mind from the hassle and bustle of the world...and think about the real important things in life..love, friendship, humanity, respects, peace, happiness, laughter,...GOD. The opportunity that I wish could come more often into my  life..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-674666408157355708</id><published>2007-02-20T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-02-20T09:41:17.413+07:00</updated><title type='text'>TRAPPED</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I'm not a "can't do" person . Tapi juga bukan orang yang selalu bilang 'saya bisa'. Saya tahu benar kompetensi dan kapabilitas diri sendiri. Saya percaya, di saat lingkungan sekitar memberikan tanggung jawab -besar ataupun kecil- artinya mereka menilai bahwa saya mampu melaksanakannya. Biasanya, saat orang memberikan tugas, saya akan mempunyai keyakinan hati bahwa saya mampu, dan ketetapan untuk menjalankannya, bahkan dengan resiko terburuk sekalipun yaitu kegagalan. Toh, semua usaha pasti berujung pada beberapa opsi, berhasil, berhasil tapi tidak sempurna, atau gagal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi yang terjadi kali ini berbeda. Saya diberikan tugas yang sebenarnya adalah bukan tanggung jawab saya. Saya terima, dengan niat membantu. Namun saya tidak diberitahu, bahwa in this case, failure is not an option. Tanpa diberi tahu pula resiko apa yang akan saya terima jika eventually saya gagal. Tanpa tahu pula, bahwa jika saya gagal nantinya, bukan hanya nama baik saya yang rusak, tapi akan ada banyak pihak yang dirugikan. Tanpa tahu juga, bahwa jika saya gagal, maka sejumlah uang yang seharusnya menjadi hak banyak orang, tidak akan mereka terima. Sang pemberi tanggung jawab memberikan tanggung jawab pada saya BUKAN karena saya adalah orang yang terbaik yang dapat melakukannya. Tapi karena dia tidak berani menanggung tugas itu, meski sebenarnya itu adalah tanggung jawabnya. I feel trapped. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;If this is a point of no return, maka ini akan jadi sebuah saat dimana saya sangat takut gagal. Dan jika kegagalan nanti adalah sebuah pelajaran baru bagi saya, then I'd learn it the hardest way. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-674666408157355708?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/674666408157355708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=674666408157355708' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/674666408157355708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/674666408157355708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2007/02/trapped.html' title='TRAPPED'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-117013739871280725</id><published>2007-01-30T12:19:00.000+07:00</published><updated>2007-01-30T13:35:28.240+07:00</updated><title type='text'>Small but Big</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hari Sabtu lalu..salah satu keinginanku tercapai. Menjadi relawan. Keinginan yang sebetulnya simple, tapi entah kenapa baru dijalankan sekarang. (Aku sering banget mengalami ini, banyak keinginan, tapi hanya berhenti di keinginan. Susah sekali mengambil langkah pertama.Bad habit..hehe)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya, berkat ajakan salah seorang teman kantor, Sabtu lalu aku memutuskan bergabung jadi relawan di Komunitas 1001buku. Sebuah komunitas yang sangat berdedikasi, two thumbs up untuk inisiatif dan keberanian mereka melakukan. Nobody got paid, and they did this to fight illiteracy in this country! Aku rasa informasi tentang komunitas ini sudah tersebar luas, tapi kalau ada yang ingin tahu lebih detil, bisa lihat di &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.1001buku.org"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;www.1001buku.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pertama kali datang, aku hanya bertugas membantu mengklasifikasikan buku-buku yang akan dibagikan ke puluhan taman bacaan, melabeli, dan input data. Simple. Tapi menyenangkan karena bisa sedikit berkontribusi. Siangnya aku dapet bonus pengalaman. Mendadak diminta jadi salah satu relawan pendamping untuk diskusi antar kelompok pengelola taman bacaan mengenai kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing, semacam analisa SWOT. Dan aku tidak pernah menyangka, diskusi itu akan menjadi inspirasi dan semangat tersendiri buatku pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Para pemilik dan pengelola taman bacaan itu sebagian besar justru bukan dari kalangan berlebih. Diantara mereka bahkan ada yang mengawalinya dengan membuat rak-rak di kandang ayam, dan ditulisi 'baca buku, gratis'. Buku-bukunya yang berjumlah 30 buah adalah koleksi pribadi. Tidak banyak anak-anak yang datang, sehingga ia memutuskan untuk membuat taman bacaan di dalam gerobak. Gerobak ini didorong keliling kampung, dengan jadwal-jadwal mangkal diatur pada hari-hari tertentu. Terkadang, gerobak ini ditinggal untuk main bola begitu saja, sementara anak-anak membaca. Anak-anak itu begitu senangnya membaca, sehingga jika ada salah satu buku yang hilang, justru mereka yang akan mencarikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Taman bacaan lainnya berawal dari bimbingan belajar kecil-kecilan. Sang pemilik yang sepertinya berusia belia ini berfikir, alangkah bermanfaatnya jika selain bimbingan belajar, ia juga menyediakan perpustakaan gratis. Beberapa taman bacaan yang sudah berjalan lama biasanya menambahkan program-program lain yang menarik untuk anak-anak. Seperti memutar film pengetahuan, dan kunjungan ke perpustakaan/taman bacaan yang lebih besar. Semua nya menggunakan dana swadaya dibantu masyarakat sekitar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Salah satu tantangan yang sering ditemui adalah adanya orang tua anak yang tidak setuju dengan kegiatan membaca. Beberapa orang tua menentang anaknya menghabiskan waktu dengan membaca, terutama mereka yang mengharuskan anak-anak itu untuk bekerja mencari uang. Untuk kasus-kasus semacam ini, pengelola taman bacaan akan mengadakan kunjungan ke rumah anak tersebut, dan menjelaskan kepada orang tua mereka apa pentingnya membaca. Sebuah tindakan yang sangat tulus dan membutuhkan semangat yang besar!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Mendengar mereka berdiskusi, aku pun bertanya pada diri sendiri. What have I done for my surroundings? Kadang-kadang aku terlalu memikirkan rencana-rencana besar, takut sendiri dengan bayangan sulitnya melakukan rencana-rencana itu, dan akhirnya memilih untuk tidak mengerjakannya. Mereka memilih melakukan langkah-langkah kecil, dengan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat sekelilingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-117013739871280725?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/117013739871280725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=117013739871280725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/117013739871280725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/117013739871280725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2007/01/small-but-big.html' title='Small but Big'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-116809096657218877</id><published>2007-01-06T20:35:00.000+07:00</published><updated>2007-01-06T23:36:24.666+07:00</updated><title type='text'>JAM</title><content type='html'>27 Desember 2006, jam 8 lebih sekian di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“De’ Rini, besok pagi itu ada undangan rapat jam 7.30 di hotel Santika. Bisa hadir kan ya? Tolong beritahu teman-teman lainnya ya..Diminta tiga orang wakil dari organisasi ABCD untuk hadir..” Begitu yang diucapkan si Ibu bersuara lembut (selanjutnya kita sebut Ibu BSL) itu semalam via telepon, tentu saja setelah berbasa basi seperlunya di awal percakapan. Ya ampun, terus kapan aku ngabarin teman-teman yang lain? Artinya kan cuma tersisa waktu sekitar 1 jam-an untuk kontak teman-teman sebelum masuk zona waktu tidak sopan menelepon! Iya kalau mereka langsung bersedia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, kok mendadak sekali ya, Bu? Rapat apa Bu?”&lt;br /&gt;“Iya, saya aja baru dapat undangannya tadi. Disini sih tertulis Rapat Koordinasi yang diadakan oleh Kementerian BLABLA. Bisa hadir kan ya?”&lt;br /&gt;“Emm….iya Bu, kalau saya sih insyaallah bisa. Nanti saya coba juga hubungi teman-teman yang lain deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengirimkan sms ke beberapa teman, akhirnya jam 21.30 aku berhasil meyakinkan dua orang teman yang available. Tanpa tahu betul apa yang akan dibahas di rapat, kami sepakat untuk hadir. Sekali lagi aku memastikan ke Ibu BSL via sms bahwa rapat besok adalah pukul 7.30 di hotel Santika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tepat sayang…thanks dan sampai ketemu besok ya…” Demikian balasan sms beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Desember 2006, jam 7.15 pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, maaf kalau ruang meeting untuk Rakor Kementrian BLABLA dimana ya?” tanyaku kepada seorang pegawai hotel yang lewat dengan membawa setumpuk notebook dan pulpen. Kemudian dia menunjuk ke pintu persis di depanku.&lt;br /&gt;“Tapi masih dikunci Bu. Ibu tunggu saja di lobby.” Aneh, 15 menit sebelum acara kok masih dikunci, pikirku sambil berjalan ke lobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang jam 7.30 dua orang teman datang. Beranjak ke ruang meeting, terlihat dua orang yang tampaknya panitia duduk di dekat pintu masuk. Ruang meeting sudah dibuka namun belum ada orang. Beberapa peserta rapat yang lalu lalang kemudian malah masuk ke coffee shop untuk sarapan. Aku dekati panitianya,&lt;br /&gt;“Pak, maaf acaranya sudah mau mulai belum ya, kok masih sepi?”&lt;br /&gt;“Oh, belum bu. Nanti jam 8. Ibu tunggu saja di lobby.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempat bingung sesaat, akhirnya kami sepakat, mungkin Ibu BSL tidak percaya kami akan datang on time, sehingga dia memajukan setengah jam dari jadwal sebenarnya. Yah, sudahlah tak apa. Sekitar jam 8 kurang 5 menit kami masuk ke ruang meeting. Ada beberapa orang sudah duduk disana. Tak lama kami duduk, seorang Ibu berseragam coklat mendekati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari organisasi ABCD ya? Saya Ibu NN, ini undangan untuk organisasi ABCD untuk acara ini,” katanya sambil menyodorkan amplop. “Ibu BSL agak sedikit telat katanya, ada perlu dulu sebentar.” Agak ingin ketawa juga sih, kami sudah hadir disitu, baru kemudian undangan diberikan. Yah, sudahlah tak apa (lagi). Iseng kami buka amplop itu, tertulis di detil acara - Tempat: Hotel Santika, Pukul: 8.30. Astaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peserta gelisah ketika pada jam 8.45 acara tidak juga dimulai. Tiba-tiba MC mengumumkan bahwa kita sedang menunggu Bapak ANU yang terlambat datang karena ada salah informasi jam. Yeah, right. Akhirnya Bapak ANU datang didampingi Bapak ITU pukul 9.15. Acarapun dimulai dengan sambutan dari Bapak ANU dan Bapak ITU. Masing-masing sekitar 5 menit. Setelah itu MC kembali tampil ke depan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hadirin, telah kita ikuti sambutan dari Bapak ANU dan Bapak ITU, acara selanjutnya adalah istirahat selama 15 menit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What??!! Istirahat dari apa?? Acara telat 45 menit, baru mulai 10 menit, otak kita saja baru ‘dipanaskan’, dan sekarang mesti istirahat 15 menit??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dimulai 20 menit kemudian dan selesai pukul 12.15. Apa yang dibicarakan dalam rapat tidak perlu diungkap disini. Yang jelas, Ibu BSL baru datang pukul 10.15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s just perfect :).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-116809096657218877?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/116809096657218877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=116809096657218877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116809096657218877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116809096657218877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2007/01/jam.html' title='JAM'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-116679854246217873</id><published>2006-12-22T21:37:00.000+07:00</published><updated>2006-12-22T21:42:22.483+07:00</updated><title type='text'>BANJIR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pernah memperhatikan kondisi ruang publik di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;? Satu ciri khas &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; dan sebagian besar kota-kota besar lainnya di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; adalah ruang publiknya sangat KOTOR. Kita teriak-teriak minta pemerintah menyediakan ruang publik, kawasan hijau, tempat umum yang nyaman, hanya untuk dikotori lagi oleh kita sendiri Kita terlalu sombong untuk memegang atau menyimpan sampah bekas kita sendiri di dalam saku atau tas, sampai kita bisa menemukan tempat sampah dan membuangnya disitu. Harga diri kita terlalu tinggi kalau harus melangkah beberapa meter untuk membuang sampah ke tempatnya. Mobil kita terlalu bagus untuk diisi sebuah tempat sampah untuk bungkus makanan, tiket parkir bekas, tissue bekas, dll. Toh bisa dilempar keluar jendela. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;*Ih, gila kali. Kita &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; eksekutif gitu loh..kita cuma buang sampah pada tempatnya kalau lagi di Singapura aja…..*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasanya kok “gak level” untuk ikut menjaga kebersihan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; tempat tinggal kita sendiri…Buat kita, tugas menjaga kebersihan itu hanyalah tugas tukang sampah.. ‘Jagalah kebersihan’ hanya jadi jargon yang dipajang di tempat umum. Dan kemudian tulisan itu pun tertutupi oleh coretan-coretan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sampah jutaan manusia &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; di tempat umum yang tidak sempat terangkut oleh tukang sampah kemudian pergi bersama aliran air dan berkumpul di got (ajaran SD lah ini mah!). Terus menerus setiap hari hingga menumpuk dan memampatkan saluran drainase, dan saat musim hujan tiba…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Selamat! Kita telah berkontribusi secara langsung terhadap banjir! Step berikutnya, saat banjir tiba, kita tinggal mengeluh, ngomel-ngomel, dan seperti biasa…. jangan lupa salahkan pemerintah yang tidak becus menangani &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; ini! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-116679854246217873?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/116679854246217873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=116679854246217873' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116679854246217873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116679854246217873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/12/banjir.html' title='BANJIR'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-116403252066702551</id><published>2006-11-20T21:14:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T21:27:21.246+07:00</updated><title type='text'>(Almost) Everybody hates Bush, but….</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Saat kunjungan Bush ke China beberapa waktu lalu, pemerintah China terkaget-kaget karena ternyata diantara logistik yang dibawa oleh rombongan Bush terdapat ber ton-ton peralatan elektronik sebagai pendukung komunikasi dan keamanan pasukan pengaman Presiden Amerika Serikat tersebut, apalagi kemudian ditambah dengan puluhan ribu gallon air yang sengaja dibawa dari Amerika untuk kebutuhan sehari-hari Bush seperti minum, sikat gigi, dan bahkan untuk mandi!! &lt;/span&gt;:)&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Pengamanan yang super ketat dan terkesan ‘paranoid’ itu terjadi di manapun di seluruh dunia, setiap kunjungan Presiden Amerika Serikat di suatu negara. Pengamanan seperti yang terjadi di Jakarta dan Bogor hari ini juga adalah SOP yang selalu harus dijalankan oleh negara manapun demi menjamin keamanan Sang Penguasa negara adidaya tsb. Yah, sebagai negara dengan musuh terbanyak yang tersebar dimana-mana, kalau gue jadi pemerintah AS, pastilah akan se ’paranoid’ mereka. Ancaman pembunuhan dan teror sudah jadi makanan sehari-hari pasukan pengaman Presiden AS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Dengan intervensi-intervensi AS dalam urusan domestik negara lain demi melindungi ’kepentingan nasionalnya’ yang seringkali dilakukan bahkan dengan menghalalkan cara apapun tentu saja membuat banyak pihak benci. AS yang selalu bersikap seperti penguasa dunia menyebabkan kata ”imperialisme” seringkali di asosiasikan dengan negara ini &lt;setidaknya&gt;:)&lt;span  lang="SV" style="font-family:Verdana;"&gt;. Bush sebagai pemimpin tertinggi di AS kemudian (merujuk ke sebutan yang sering digunakan para pendemo) menjadi simbol ’setan’ atau ’kejahatan’ atau ’penjajah gaya baru’ sehingga kedatangannya di Indonesia kemudian menimbulkan kemarahan banyak elemen masyarakat. Kedatangannya di Indonesia kali ini dianggap menginjak-injak kedaulatan Indonesia. (poin ini gue nggak ngerti...tapi sering sekali di TV dan radio terdengar para demonstran menyebutkan kalimat ini). Btw, waktu Bush diterima Megawati di Bali tahun 2003 yang lalu, kenapa kok gak se ’rame’ ini ya yang protes? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/setidaknya&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Gue pribadi menilai pemerintah AS adalah pemerintah yang licik. Salah satunya tergambar dalam film Fahrenheit, terlihat sekali disitu bahwa mereka sangat ahli dalam menciptakan skenario kejahatan besar, kemudian abracadabra! Tiba-tiba yang terpampang di mata publik dunia adalah bagaimana usaha keras AS mencari si ‘penjahat’ dan menjadikan itu sebagai legitimasi untuk mengobrak-abrik negara lain!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; berbagai cara dipilih orang untuk mengekspresikan kebenciannya terhadap AS. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Misalnya seperti yang dilakukan teman-teman yang berdemonstrasi selama beberapa hari belakangan ini menolak kedatangan Bush. Gue pikir itu sah-sah aja selama berjalan tertib, meskipun gue sendiri nggak ikutan demo. Ada juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;teman-teman mahasiswa yang memilih cara sendiri dengan berusaha melakukan penyegelan terhadap beberapa restoran yang katanya adalah restoran Amerika. Padahal di dalam restoran itu terdapat banyak masyarakat Indonesia yang sedang makan juga karyawan-karyawan asal Indonesia yang sedang bekerja dan usaha penyegelan itu bikin mereka ketakutan setengah mati! Entah apa pertimbangan teman-teman memilih cara ini, kalau gue sih gak mungkin banget memilih cara menyegel restoran-restoran itu. Malu gue! Soalnya, gue lumayan sering makan di situ, sebutlah MacDonald, KFC, Pizza Hut, atau Starbucks. Waduh...masa iya kemaren-kemaren gue makan disitu, trus hari ini gue segel, trus besok-besok gue makan disitu lagi....plin plan banget lah! Dan kalau alasannya adalah karena restoran itu adalah produk Amerika, trus, masa iya gue hari ini mesti delete account email Yahoo gue, yang jelas-jelas produknya Amerika, trus besok setelah Bush keluar dari Indonesia gue set up lagi account yahoo yang baru? Trus, semua barang-barang gue yang buatan Amerika, mesti gue buang-buangin? Trus, gue hari ini memilih sikap nggak mau nonton film-film buatan Hollywood lagi, tapi besok-besok gue tetep pergi ke bioskop atau beli DVD karena bagaimanapun juga, gue doyan film-film Hollywood? Trus, kalau tiba-tiba ada tawaran beasiswa Fulbright dan beasiswa-beasiswa lain dari Amerika Serikat, itu mesti gue tolak?!! Trus, gue yang sekarang lagi nganggur, mesti nolak juga kalau ada panggilan kerja dari Perusahaan Amerika?! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Emmm.... gue cari cara lain aja deh untuk nunjukin ketidaksukaan gue pada kebijakan-kebijakan pemerintah AS &lt;/span&gt;:)&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;O, iya. Satu pesan, untuk teman-teman yang sedang dan akan berdemonstrasi, baik soal Bush ataupun soal-soal lainnya, bukankah teman-teman selalu mendemo ’orang yang dianggap melakukan kerusakan di muka bumi’ agar mereka sadar dan memperbaiki diri? Supaya misi teman-teman tetap murni dan konsisten, cobalah mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;untuk juga tidak ’melakukan kerusakan di muka bumi’ dengan tidak membuang sampah sembarangan pada saat demo, sehingga berkontribusi dalam mengotori negara dengan sampah, dan saat hujan turun bisa membuat mampet got dan sistem pembuangan air, yang membuat Indonesia terkenal dengan banjirnya. Malu dong ah!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-116403252066702551?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/116403252066702551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=116403252066702551' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116403252066702551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116403252066702551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/11/almost-everybody-hates-bush-but.html' title='(Almost) Everybody hates Bush, but….'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-116394151281985910</id><published>2006-11-19T19:56:00.000+07:00</published><updated>2006-11-19T20:05:12.833+07:00</updated><title type='text'>On Blog and Blogging</title><content type='html'>Akhirnya, tiba juga masa dimana gue sanggup isi blog ini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat gue, mengisi blog bukan sesuatu yang mudah. Seringkali, ada hal-hal yang tiba-tiba terpikir untuk bisa ditulis di blog, dan kemudian tersusunlah kalimat-kalimat yang ‘layak tayang’ berseliweran dalam kepala. Tapi terkadang saat itu situasinya tidak mendukung untuk menulis (misalnya sedang nyetir, sedang berbicara dengan orang lain, atau lagi kerja..hehehe), atau bahkan tiba-tiba saja pas sudah di depan monitor dan jari sudah siap mengetik, eeeh….buyar semua itu ide-ide dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau masalah kedua -dan ini justru yang bagi gue esensial-, gue seringkali bingung dengan cara pandang gue terhadap blog gue sendiri. For me, blog itu posisinya in between. Untuk disamakan fungsinya dengan buku harian &lt;dari&gt;, nggak layak sama sekali. Buku harian jelas sifatnya rahasia banget, jangan sampeeeee deh ada yang lihat isi itu buku. Inget kan, buku-buku harian alias diary jadul yang biasanya warna-warna pastel dan wangi itu, itu aja kadang ada gemboknya, kan? :). Diary pertama gue dibelikan oleh papa sebagai hadiah ulang tahun pas kelas 6 SD. Dan waktu papa kasih buku itu, papa juga bilang ke seluruh anggota keluarga (yang hanya 4 orang itu sih..hehe), bahwa buku harian ini sifatnya sangat pribadi, jadi biarpun itu tergeletak sembarangan, haram hukumnya siapapun untuk membuka dan membaca, kecuali pemiliknya. Dari ‘jaminan’ bokap itu, gue jadi merasa bebas banget nulis apapun yang gue ingin tulis di buku harian. Toh, gak akan ada yang baca, itu jadi media yang tepat untuk merelease sedikit isi pikiran dan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sementara blog? Gue gak mungkin kan curhat abis di blog ini, it’s for public viewing gitu! Jadi kadang-kadang, ada hal-hal yang urung gue tulis di blog, dan akhirnya hanya mengendap saja di pikiran, karena ternyata setelah dipikir-pikir, tulisan itu sifatnya pribadi sekali dan bukan untuk konsumsi publik. Jadi, gue masih belajar memilah-milah tulisan apa yang sebenarnya masuk kategori ‘layak tayang’ di blog gue. O, iya. Tadi sempet gue bilang, blog ini kategori tulisannya adalah ‘in between’. Yang satu adalah buku harian, sedang yang satunya lagi adalah tulisan di mass media, seperti artikel, opini publik atau bahkan surat pembaca sekalipun, baik di media cetak maupun media elektronik. Buat gue, blog ada di tengah-tengah. Isinya tetap opini atau pengalaman pribadi, namun di share ke publik dan diberikan kesempatan bagi publik untuk memberi input. Meski tidak perlu mempunyai nilai berita sama sekali seperti halnya tulisan yang dimuat di media massa. Toh standar ‘layak tayang’ di blog adalah murni otoritas dari si pemilik blog. Nobody cares anyway :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkesempatan blog walking, terlihat bahwa blog memiliki makna yang berbeda untuk setiap penulis. Ada yang memperlakukan blog seperti gue memaknai diary tadi, sebagai tempat curhat, hanya biasanya nama pelaku disamarkan..hehehe; ada juga yang menceritakan every single detail kejadian yang dialami tiap hari oleh penulis; ada yang khusus menulis hal-hal yang bersifat informatif dan factual, sehingga sangat berguna untuk orang-orang yang membaca seperti misalnya resensi film, ulasan tentang handphone dan gadget, mobil, atau sekedar wadah untuk sharing dan nostalgia dengan orang-orang yang satu hobby dan minat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kembali ke awal gue bikin blog ini, niat nya adalah tempat menuangkan isi &lt;dan&gt;pikiran, opini, dan tentu saja membaca input dari orang yang membaca sangatlah menyenangkan karena mendapat teman untuk diskusi dan sharing. Satu lagi,blog juga jadi wadah juga untuk belajar menuangkan buah pikiran itu menjadi sebuah tulisan, which is not easy at all!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..mungkin setelah gue bisa memutuskan standar ‘layak tayang’ blog gue, gue lebih bisa aktif nulis disini. Jadi niat belajar nulisnya bisa kesampaian, bukan cuma belajar mikir :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-116394151281985910?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/116394151281985910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=116394151281985910' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116394151281985910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/116394151281985910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/11/on-blog-and-blogging.html' title='On Blog and Blogging'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115833485477641707</id><published>2006-09-15T22:35:00.000+07:00</published><updated>2006-09-15T22:46:02.200+07:00</updated><title type='text'>Dear God...</title><content type='html'>in a stolen moment between  my overloaded tasks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple wish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want my normal life back. I miss my happy days :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115833485477641707?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115833485477641707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115833485477641707' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115833485477641707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115833485477641707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/09/dear-god.html' title='Dear God...'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115560846826159823</id><published>2006-08-15T09:12:00.000+07:00</published><updated>2006-08-15T09:21:08.273+07:00</updated><title type='text'>Diangkat dari sebuah kisah nyata..</title><content type='html'>Tersebutlah seorang wanita bernama X. Di dalam sebuah lingkungan yang sama dengan X, terdapat 4 orang wanita, bernama A, B, C dan D. Keempat orang ini berteman dekat, sehari-hari sering menghabiskan waktu bersama. Setidaknya, orang-orang lain di lingkungan sekitar mereka tahu, kalau sulit mencari salah satunya, mereka akan bertanya pada 3 orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita X pun mengetahui hal ini. Karena sehari-hari, cukup sering juga keempat orang ini berinteraksi dengannya. X tidak mungkin tidak tahu bahwa keempat orang ini adalah teman karib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu saat, X berkesempatan untuk menghabiskan cukup banyak waktu dengan A untuk sebuah urusan. Entah mengapa, X mulai banyak bercerita pada A mengenai banyak hal. Termasuk menjelek-jelekkan soal B. Meski terheran-heran, A tetap menutup mulut dan tak banyak memberikan komentar. A hanya terdiam dan bersikap netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang sahabat, A bercerita pada B mengenai apa yang terjadi. Karena A percaya kepada B, maka A tidak memiliki keraguan sedikitpun terhadap B. A hanya bingung, kenapa X menjelek-jelekkan B kepada A...padahal seharusnya X tahu bahwa mereka sahabat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu. Sebuah kesempatan kembali datang kepada X untuk banyak berinteraksi dengan A. Kembali X bercerita tentang banyak hal. Namun X kembali menjelek-jelekkan orang lain kepada A, kali ini, X membahas soal C dan D. Semakin bingung lah A, karena seharusnya X paham betul bahwa cerita ini pasti akan sampai ke telinga mereka. Kembali A terdiam, dan hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A kemudian bercerita kepada C dan D tentang apa yang terjadi. Meski semua bingung dengan apa yang terjadi, tentu saja A tidak terpengaruh apapun oleh pembicaraannya dengan X. Hingga suatu saat tiba, dimana X berkesempatan untuk menghabiskan waktu dengan C. Hal yang sama terulang kembali. Kali ini, X bercerita kepada C mengenai berbagai kejelekan A!! Kesempatan lain tiba, X pun bercerita kepada D mengenai keburukan si A. Tentu saja C dan D kemudian berbicara kepada A mengenai percakapan mereka dengan X. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lengkap semua cerita, X pun menyempatkan diri untuk membicarakan keburukan si A kepada B. Sempurna lah sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat orang sahabat ini tak habis pikir. Hanya satu pertanyaan di benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengidap penyakit apakah si X ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115560846826159823?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115560846826159823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115560846826159823' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115560846826159823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115560846826159823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/08/diangkat-dari-sebuah-kisah-nyata.html' title='Diangkat dari sebuah kisah nyata..'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115347758290989108</id><published>2006-07-21T10:53:00.000+07:00</published><updated>2006-07-28T14:13:03.103+07:00</updated><title type='text'>Anger fades away easily, but dissapointment stays longer..</title><content type='html'>When you found out that your partner has cheated on you, what would you feel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angry? Sad? Frustrated? Dissapointed? Confused?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most likely, it'd be the combination of everything plus a big question ..WHY???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;then you could not sleep well for days, crying all the time, bury your head under the pillow and scream out loud, go out with friends trying to forget the problem but you feel like staring at his face everywhere, hide his pictures under the bed or even burn them all..and when every hatred has been released....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..time to forgive. There's always time to forgive, right? Sooner or later, we forgive...we need to. In order for us to move on, clear our head, and start a new page..without him. Some people need a day, a week, months..or even years to forgive. But eventually, people do forgive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time passes by, life goes back to normal. We thougth we had forgiven him, but the memory or him cheating on you still flashes once in a while. It's not the cheating part that hurts us the most. It's beyond that. It's the "why it happened" part that's unbearable. The fact that he cheats on you somehow reveals, that you are no longer the one and only, not a priority, not china in his hand that he holds gently afraid that he might break it into pieces, and that he is capable of hurting you and he DECIDED TO DO SO. even worse when you feel guilty and start to blame yourself for being uncapable of making him happy and feel that having you alone is enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We feel dissapointed, at him and at ourselves. And this stays longer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115347758290989108?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115347758290989108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115347758290989108' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115347758290989108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115347758290989108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/07/anger-fades-away-easily-but.html' title='Anger fades away easily, but dissapointment stays longer..'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115335936175166048</id><published>2006-07-20T08:30:00.000+07:00</published><updated>2006-07-20T08:52:11.193+07:00</updated><title type='text'>Precious Moments...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Kemarin sore menjelang malam, tak lama setelah jam kantor usai dan beberapa tempat duduk di lantai 2 kantor ku sudah kosong..tiba-tiba lampu mulai goyang, dan tempat dudukku juga terasa nggak stabil…gempa!! Beberapa detik kemudian teman-teman dari lantai atas mulai menuruni tangga dengan cepat menuju ke pelataran kantor dan berkumpul di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;span lang="SV"&gt;Kebetulan entah kenapa aku memilih untuk tetap di lantai ku. Mungkin karena tidak terasa keras guncangannya. Beberapa orang teman juga memilih untuk tetap tinggal di lantai nya dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Menurut seorang teman, bahkan dengan tenangnya manager ku tetap melanjutkan main billiard di lantai 6!&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;:) Konon katanya seorang teman lainnya memilih tidak turun karena tanggung, ...sedang berbicara melalui telepon untuk layanan delivery makan malam! Hahaha...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mungkin karena kantor kami hanya terdiri dari 7 lantai, sehingga getaran gempa tidak terasa terlalu kuat. Berbeda dengan mereka yang bekerja di gedung-gedung tinggi, saat gempa kemarin bisa jadi terasa begitu mengerikan. Tapi ternyata memang berbeda-beda ya, cara orang merespon situasi seperti ini. Ada yang dengan paniknya (kelihatan dari wajahnya) lari cepat menuruni tangga mencari tempat yang aman, ada yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;turun tangga dengan tenangnya (bahkan menurut seorang teman kantor yang pada saat kejadian ada di gedung Sarinah-Thamrin untuk presentasi di klien, di sana ada yang dengan tenangnya menggunakan lift untuk turun! duh!), ada juga yang panik dan teriak-teriak..tapi tetap diam di tempat, mondar mandir..tapi tidak juga pergi ke tempat yang lebih aman &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; saking paniknya mungkin..., dan ada juga beberapa kawan yang tetap tenang..seakan-akan tidak terjadi apa-apa..[mungkin sudah pasrah ya..:) termasuk gue ..hehe...].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kejadian-kejadian alam semacam ini belakangan menjadi akrab di kehidupan kita. Melalui berbagai media kita mewarnai hari-hari dengan mendengarkan atau membaca berita mengenai bencana alam. Setelah Aceh, lalu Jogja, kemudian Pangandaran, dan terakhir, kemarin sore kita alami sendiri. Memang alhamdulillah gempa kemarin di Jakarta tidak &lt;i style=""&gt;devastating&lt;/i&gt; seperti di tempat-tempat lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Seperti disentil oleh Sang Pemilik Kehidupan, tentu ada hikmah yang terasakan dari sekian detik bumi ini diguncang. Betapa kecilnya manusia, bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kekuatan alam, belum lagi Pemiliknya. Betapa bernilainya setiap detik waktu yang kita punya selama hidup, betapa seringnya kita harus ingat untuk bersyukur. Betapa beruntungnya kita dikaruniai oleh orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, dan betapa berharganya setiap saat yang kita habiskan bersama mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;By nature, pada setiap precious moment dalam hidup kita, baik itu dalam suka maupun duka, manusia memilih untuk berada di dekat orang yang ia sayangi. Baik itu untuk berbagi atau untuk bersandar. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seorang teman sempat bercanda sesudah gempa kemarin, bahwa pada saat gempa, mereka yang sudah berkeluarga, turun ke lantai dasar lebih cepat dibandingkan dengan yang belum &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;. Ini mungkin hanya sekedar guyon, tapi mungkin ada benarnya. Mereka sadar betul, bahwa jika sesuatu terjadi pada mereka, maka ada orang-orang yang langsung terkena impactnya..families and people they love...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saat-saat seperti saat kemarin adalah precious moments. Saat dimana kita bisa berpikir sekaligus merasakan, dan saat kita belajar... sebelum ujian yang sebenarnya tiba.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115335936175166048?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115335936175166048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115335936175166048' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115335936175166048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115335936175166048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/07/precious-moments.html' title='Precious Moments...'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115314640565048642</id><published>2006-07-17T21:25:00.000+07:00</published><updated>2006-07-18T08:26:40.046+07:00</updated><title type='text'>Aerial View</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2062/2853/1600/DSCN2447edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2062/2853/200/DSCN2447edit.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;23 June 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[masih disalin dari agenda kecil itu :)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pesawat, aku suka banget duduk dekat jendela. Selain memberi perasaan nyaman karena serasa bisa tau kondisi di luar sana in case ada emergency :)..iya..iya...masih ada hubungannya dengan rasa takut tadi..hehehe...&lt;br /&gt;Yang paling menyenangkan adalah saat-saat pesawat akan landing, terutama jika cuaca baik. Aku sangat menikmati pemandangan di bawah sana. Apalagi kalau pertama kali datang di suatu tempat. Apa yang terlihat di bawah sana menjadi "first impression" dari sebuah kota/tempat. Setelah mendarat, mungkin impresinya bisa berubah, tapi tetep aja..first impression tadi sangat berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti waktu akan mendarat di Jeddah. Saat itu itu kita landing malam, sekitar jam 8:30 waktu setempat. Dari jendela pesawat, di kejauhan sudah tampak kota Jeddah yang terang sekali, dengan titik-titik lampu jalanan, lampu mobil, maupun lampu pertokoan yang berjajar menyala. Yang pertama terpikir saat itu,"gila, memang kaya banget negara ini. Gak ada hemat-hematnya sama lampu :D". Semakin rendah pesawat, semakin heran gue, karena hampir jam 9 malam tapi di bawah sana lalu lintas terlihat macet di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, setelah turun, barulah kita dapat informasi dan mengalami sendiri, bahwa aktivitas outdoor warga sana memang baru dimulai pada sore hari dan akan berakhir pada pukul 2 dini hari! Sepertinya ini ada hubungannya dengan kegiatan ibadah shalat lima waktu yang biasa dikerjakan di awal waktu. Di sana, banyak aktivitas berhenti saat adzan berkumandang. Warga langsung menuju masjid untuk melaksanakan shalat (terutama di Mekkah dan Madinah sih..). Dari shalat Subuh, nyambung dengan shalat Dhuha, Shalat Dzuhur, nyambung lagi shalat Ashar. Setelah Ashar, barulah jam 4 sore an toko-toko buka. Karena itu lalu lintas pagi dan siang hari cenderung sepi, hanya ramai orang-orang ke kantor. Banyak toko-toko atau rumah makan buka hingga jam 00:00 atau bahkan sampai jam 2 pagi. Maka itu pemandangan pukul 9 malam dari atas sana terlihat terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi pemandangan waktu akan mendarat di Madinah. Kami landing di siang hari, pas sedang panas-panasnya. Suhu di darat waktu itu dilaporkan berkisar 42 derajat celcius. Dari jendela pesawat,yang terlihat adalah banyak sekali bukit-bukit dan gunung-gunung batu berwarna coklat, khas sekali karena ini juga pemandangan di Mekkah. Menjelang mendarat, yang ada di pikiran adalah bahwa bandara ini bisa diperluas seluas-luasnya..hihihi...soalnya sekelilingnya memang gurun..gak ada yang menghalangi. Tapi pemandangan Madinah dari atas cantik sekali...kotanya rapi...beda dengan kota-kota lain di kawasan Timur Tengah yang biasanya banyak rumah berdempet-dempetan...Ada perasaan tersendiri mendarat di kota yang sedang menata diri ini. Mungkin karena itu juga Rasulullah sangat betah tinggal di Madinah. Belum lagi penduduknya memang lebih ramah dibanding penduduk di Jeddah ataupun Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan Jeddah-Amsterdam, kami sempat transit lumayan lama di Amman, Jordania. Tahun 1997 dulu pernah juga main di JOrdan sekitar 3 hari, tapi memandangi Jordan dari pesawat tetap memberikan kesenangan tersendiri seperti baru pertama berkunjung. Jarak yang hanya dua jam penerbangan dari Jeddah ternyata sangat membedakan kondisi kedua kota ini. Menjelang Amman, yang terlihat sejauh mata memandang hanyalah gurun pasir dengan sebuah jalan raya yang membentang panjang. Hanya sesekali terlihat semak-semak hijau. Dan pada saat landing, baru terlihat bahwa bandara utama di Jordania Queen Alia (named after the late Queen of Jordan) memang terletak di tengah-tengah gurun pasir. Jarak tempuh bandara ke pusat kota Amman masih sekitar 30 menit menggunakan mobil. Emm..kebayang deh..30 menit tapi gurun melulu..:P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan kontras didapat saat akan mendarat di Schipol, Amsterdam. Kami mendarat menjelang matahari tenggelam, sekitar pukul 9:30. Jadi masih bisa menikmati cantiknya padang rumput dan ladang-ladang yang tertata rapi, dan air dimana-mana! :) Rasanya mata segar sekali disuguhi warna hijau, dan menjelang landing, ditambah dengan warna merah bata dari tembok-tembok rumah di Belanda yang tidak diplester. Apalagi matahari cantik sekali menemani kedatangan kami saat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Amsterdam-S'pore-Bangkok..aku gak bisa komentar karena gak dapat tempat duduk dekat jendela :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115314640565048642?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115314640565048642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115314640565048642' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115314640565048642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115314640565048642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/07/aerial-view.html' title='Aerial View'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115314436482899537</id><published>2006-07-17T19:50:00.000+07:00</published><updated>2006-07-18T08:27:58.260+07:00</updated><title type='text'>When there's nothing else I can do..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2062/2853/1600/IMG_2502edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2062/2853/200/IMG_2502edit.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12 Juni 2006&lt;br /&gt;7:50 pm WIB, 6:20pm local time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ground speed: 966km/hour&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[disalin dari sebuah agenda kecil buat nyatet titipan doa temen2 :)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berniat untuk mencatatkan sebuah perjalanan yang hanya direncanakan kurang dari dua bulan yang lalu sebagai kenang-kenangan agar lebih mudah mengenang perjalanan ini dengan dibantu foto-foto. Bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyakit" ku ternyata belum sembuh: gak bisa tidur di pesawat..*sigh*...Penyakit takut terbang ini memang sudah dari dulu. Tahun 1997, perjalanan 9-10 jam Manila-Istanbul juga dijalanin dengan mata terbuka lebar. Terasa sih, badan capek...tapi baru aja tidur-tidur ayam sebentar...begitu pesawat sedikit berguncang...hehehe...melek lagi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan belakangan, kerjaan kantor bikin aku mesti keliling keluar kota at least 3 kali sebulan. Aku suka banget travelling, tapi bagian yang paling menakutkan selalu sama: flying!&lt;br /&gt;But I have no choice, semuanya harus dijalani dengan tegaaaar...dan tentu saja...jaim dong...:p&lt;br /&gt;Penampilan sih boleh..blazer, celana panjang, sepatu hak tinggi...tapi siapa sih yang tau..gimana telapak tangan gak pernah bisa kering selama terbang :). Aku pikir, dengan sering naik pesawat, pasti deh lama-lama jadi 'pinter', gak kampungan lagi. Ternyata nggak tuh, teteup aja gak sembuh-sembuh :(.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi bikin pemakluman dan mencoba menghibur diri...yah..wajarlaaaah khawatir. Tiap pergi pake pesawatnya 737-200..banteran 737-300, rada gede dikit. Jadi guncangannya berasa banget. Kalau pake pesawat gede, pasti deh gak gitu! Optimis!&lt;br /&gt;Makanya tadi lega juga pas tau bakal pake 747-400, yang ada upper decknya. Asik, bisa rileks nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata sodara-sodara...sekali kampungan..tetep kampungan..Ada ya hal-hal yang gak bisa berubah. Pesawat udah segini gedenya, tangan tetep berair. Dan sementara orang-orang tertidur lelap, dari tadi aku cuma bisa nongkrongin screen di depan yang menunjukkan bahwa pesawat ini baru aja terbang di atas Colombo, dan jarak yang masih harus ditempuh ke Jeddah adalah 3726km, which means I would still have to sit here for another four hours!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, well..harus disyukuri. Sudah setengah jalan (tadi pilotnya bilang kita akan terbang 8, 5 jam) dan everything is ok. Cuaca fine, cuma goyang sedikit-sedikit. Tapi seandainya bisa tidur, it'll be better, untuk nabung energy buat ibadah ntar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca-baca buku doa udah. Makan udah. Tiap ada makanan atau minuman yang ditawarin pramugarinya, udah dilahap. Bawa cha-cha sebungkus, lumayan buat hiburan, tapi bosen. Roti udah. Apple Juice udah. Orange juice juga udah. Teh panas juga udah. Gila..pantesan kenyang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan ini emang udaranya yang gak enak, bukan badanku. Karena rasanya gerah. Kayak orang mau demam. Kabin pesawat kok panas gini ya..gak enak. Tapi tadi kok mama malah nawarin aku pake selimut karena katanya dingin..waduh..moga-moga gak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, kadangan bingung. Darimana sih rasa takut terbang itu datang? Aku naik pesawat dari umur 5 tahun. Dan seingatku, alhamdulillah gak punya pengalaman buruk dengan pesawat. Biasanya kan sifat/kondisi beginian datangnya dari childhood memories, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, well. sekarang..nulis juga udah. Ngapain ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115314436482899537?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115314436482899537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115314436482899537' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115314436482899537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115314436482899537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/07/when-theres-nothing-else-i-can-do.html' title='When there&apos;s nothing else I can do..'/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27159120.post-115304953423290908</id><published>2006-07-16T18:31:00.000+07:00</published><updated>2006-07-16T18:32:14.243+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Same mistake. Same problem.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27159120-115304953423290908?l=thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/feeds/115304953423290908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27159120&amp;postID=115304953423290908' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115304953423290908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27159120/posts/default/115304953423290908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thousands-feet-above-sea-level.blogspot.com/2006/07/same-mistake.html' title=''/><author><name>path walker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10294936593364211289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://photos.friendster.com/photos/29/55/6125592/25675540617142l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
